📍 Jl. Andi Pangerang No. 27, Kota Palopo, Sulawesi Selatan ✉️ info@stikesluwuraya.ac.id 📞 +62 813-8515-6111
Berita · 21 Agustus 2026

Atasi Kesalahan Penggunaan Obat, STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Terapkan "Risk Mapping" di Desa Sidomukti

Tim dosen dan mahasiswa STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya bersama warga Desa Sidomukti pada Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Pemula

Luwu Utara, Edarinfo.com — Guna menekan angka kesalahan penggunaan obat di tingkat rumah tangga, tim dosen dan mahasiswa STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Sidomukti, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, Rabu (19/08/2026).

Program yang didanai oleh DRTPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 ini memperkenalkan model "Posyandu Farmasi Keluarga Berbasis Risk Mapping" — sebuah pendekatan yang memungkinkan setiap rumah tangga dipetakan profil risiko kesehatannya secara terstruktur, demi mendorong penggunaan obat yang rasional dan aman.

Tim Pelaksana

Tim pengusul program ini dipimpin oleh Indah Purnamasari Parinding, S.Si., M.Si. dari Program Studi Farmasi, beranggotakan apt. Adhitama Asmal, S.Si., M.Kes. (Ketua Program Studi Farmasi) dan Rafika Sari, S.KM., M.Kes. dari Program Studi Keperawatan, serta dibantu oleh mahasiswa Andi Reno Permana Hendra dan Resky Raodatul Jannah.

Sambutan Pemerintah Desa

Kepala Desa Sidomukti, Sumirat, S.P., menyambut hangat inisiatif ini. Ia menyoroti fenomena warga yang cenderung membeli obat bebas di warung kelontongan tanpa edukasi yang memadai.

"Kebiasaan membeli obat di warung tanpa resep dan pengetahuan yang benar menjadi pemicu utama rentannya kesalahan penggunaan obat di warga kami. Kehadiran tim STIKES sangat membantu kami memberikan solusi edukatif," ungkap Sumirat.

Senada dengan itu, Bidan Desa Ineke Evelin, S.Tr.Keb., mengakui bahwa pengawasan obat, terutama bagi ibu hamil dan anak, selama ini memerlukan sinergi. "Selama ini saya berjuang sendiri dalam mengelola kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya kegiatan ini, sesama kader kini memiliki pemahaman yang sama. Kami jadi bisa saling menjaga dan mengawasi melalui risk mapping obat ini," jelas Bidan Ineke.

Tim dosen dan mahasiswa STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya bersama kader Posyandu dan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara

Buku Saku Farmasi untuk Kader Posyandu

Salah satu kader Posyandu turut mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengaku selama ini banyak warga yang belum sadar bahaya salah konsumsi obat. Dengan adanya pelatihan dan buku saku farmasi yang diberikan tim, kader kini memiliki panduan praktis untuk mendampingi warga.

"Buku saku ini sangat membantu kami mengelola posyandu ke depan. Ini menjadi pegangan nyata bagi kami untuk mengedukasi warga agar tidak asal minum obat," tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi standar baru layanan kesehatan di Desa Sidomukti, dimana setiap rumah tangga dapat terpetakan risiko kesehatannya, demi terciptanya penggunaan obat yang rasional dan aman bagi seluruh masyarakat.

Sumber: Edarinfo.com, 21 Agustus 2026

← Kembali ke Beranda