📍 Jl. Andi Pangerang No. 27, Kota Palopo, Sulawesi Selatan ✉️ info@stikesluwuraya.ac.id 📞 +62 813-8515-6111
Berita · 11 Agustus 2026

Transformasi Rumput Laut Luwu Timur: Tim Pengabdian STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Dorong Inovasi "Naik Kelas" di Desa Tampinna

Kegiatan PKM STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya di Desa Tampinna

Luwu Timur, Edarinfo.com — Semangat hilirisasi inovasi pangan berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat hadir di Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Selama empat hari, 5 hingga 8 Agustus 2026, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo melaksanakan program pemberdayaan melalui hilirisasi produk nutraceutical berbahan dasar rumput laut.

Program tersebut menyasar Kelompok Wanita Tangguh Desa Tampinna dengan fokus pada pengolahan rumput laut menjadi lembaran nori nutraceutical. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong masyarakat tidak hanya menjual rumput laut sebagai bahan mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan yang didanai BIMA DRPTM Kemenristekdikti melalui skema Insentif Berdampak tersebut mengusung jargon "Luwu Timur Juara, Rumput Laut Naik Kelas untuk Indonesia." Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menerapkan hasil pengetahuan dan kompetensi akademik melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Tim Lintas Program Studi

Tim PKM STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya, yang berkedudukan di Jalan Andi Pangeran Nomor 27, Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, melibatkan sejumlah dosen dari lintas program studi. Tim tersebut dipimpin oleh Riska Yuli Nurvianthi, S.Farm., M.Si., dari Program Studi S1 Farmasi. Ia didampingi Aisyah Warsid, S.Gz., M.Kes., dan Sumarlan, S.K.M., M.Kes., dari Program Studi S1 Gizi.

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, tim dosen juga melibatkan mahasiswa dan asisten peneliti. Amanda Syalesyha Putri dan Hartati Kadir, S.KM., turut mendampingi proses pelatihan dan memberikan dukungan teknis kepada masyarakat.

Dari Bahan Mentah Menjadi Produk Bernilai Tambah

Sebelum program tersebut dilaksanakan, aktivitas Kelompok Wanita Tangguh Desa Tampinna umumnya masih berkutat pada kegiatan konvensional, seperti mengikat, membudidayakan, dan menjemur rumput laut untuk kemudian dijual dalam bentuk bahan mentah. Pola tersebut membuat nilai ekonomi yang diperoleh masyarakat masih sangat bergantung pada harga rumput laut di pasaran.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama empat hari, kelompok mitra yang terdiri dari 11 orang — satu ketua dan 10 anggota — mendapatkan pendampingan untuk mengolah rumput laut menjadi lembaran nori nutraceutical. Kelompok tersebut dipimpin oleh Musdiani Saleh dan beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di Desa Tampinna.

Produk lembaran nori hasil olahan warga Desa Tampinna

Produk lembaran nori yang dibuat warga Desa Tampinna dalam pelaksanaan program PKM Tim Dosen STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo.

Dalam proses pelatihan, peserta diperkenalkan dengan tahapan pengolahan rumput laut menjadi produk lembaran yang siap dikonsumsi. Pendampingan juga diarahkan pada aspek kebersihan, pengolahan bahan, serta proses produksi agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik.

Sambutan Positif Pemerintah Desa

Kepala Desa Tampinna, Muhammad Yusuf, S.P., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi warga, khususnya kelompok perempuan di desanya.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kehadiran STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya di Desa Tampinna. Melalui bimbingan langsung ini, warga kami, khususnya kelompok wanita, bisa naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai jual tinggi," ujar Muhammad Yusuf.

Ia menilai pendampingan tersebut memiliki arti penting bagi pengembangan sektor industri rumah tangga di Desa Tampinna dan Kecamatan Angkona.

Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan

Melalui program PKM tersebut, pengembangan rumput laut di Desa Tampinna tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi bahan baku, tetapi juga pada penguatan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengolahan. Langkah hilirisasi ini diharapkan dapat menjadi awal bagi Kelompok Wanita Tangguh untuk mengembangkan produk olahan rumput laut secara berkelanjutan dan memperluas peluang pemasaran.

Bagi Kabupaten Luwu Timur, pengembangan produk olahan berbasis rumput laut juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat, rumput laut yang selama ini identik sebagai komoditas bahan mentah mulai diarahkan untuk memiliki nilai tambah melalui inovasi pengolahan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan rumput laut Luwu Timur yang "naik kelas" dan memiliki daya saing lebih luas.

(*Via Edarinfo.com)

← Kembali ke Beranda